dinda kirana dan risky nazar risky nazar and best friend risky nazar and dinda kirana  Kevin lukas dimas anggara

Minggu, 23 Desember 2012

orang terpenting



                                            BERKSHIRE HATHAWAY

AP Photo/Matt Sayles


Last year America's most beloved investor was the world's richest man. This year he has to settle for second place after losing $25 billion in 12 months. Shares of Berkshire Hathaway down 45% since last March. Injected billions of dollars into Goldman Sachs, GE in exchange for preferred stock last fall; propped up insurance firm Swiss Re in February with $2.6 billion infusion. Admits he made some "dumb" investment mistakes in 2008. Upbeat about America's future: "Our economic system has worked extraordinarily well over time. It has unleashed human potential as no other system has, and it will continue to do so." Scoffs at Wall Street's over-reliance on "history-based" models: "If merely looking up past financial data would tell you what the future holds, the Forbes 400 would consist of librarians." Son of Nebraska politician delivered newspapers as a boy. Filed first tax return at age 13, claiming $35 deduction for bicycle. Studied under value investing guru Benjamin Graham at Columbia. Took over textile firm Berkshire Hathaway 1965. Today holding company invested in insurance (Geico, General Re), jewelry (Borsheim's), utilities (MidAmerican Energy), food (Dairy Queen, See's Candies). Also has noncontrolling stakes in Anheuser-Busch, Coca-Cola, Wells Fargo.

orang terpenting


 

Bob J. Onggo
Weblogs Branding

 
 
Tahukah Anda, majalah TIME edisi Desember 2004 menjuluki tahun 2005 sebagai era keemasan blogging. Artinya, melalui weblog siapa pun bisa menyuarakan suaranya, mempublikasikan opini yang positif maupun yang negatif. Ya, siapa pun bisa melakukan aktivitas jurnalisme digital tanpa harus benar-benar memasuki kuliah jurusan PR atau jurnalisme.
Anda lihat saja blogging akan menjadi bagian dari disiplin ilmu di mata studi jurnalisme di tahun-tahun ke depan, walaupun sebenarnya hal ini boleh dibilang terlambat.

BLOGGING – SARANA CEPAT MENJADI JURNALIS

Dengan adanya perangkat lunak berbasis web, mudah bagi siapa pun mengomunikasikan setiap gagasan yang muncul di dalam benak mereka, termasuk pengalaman liburan, dan kesimpulan praktis setelah mengikuti seminar atau menghadiri Comdex. Atau, respon audiens setelah product launching ke arena publik selain apa yang telah dituangkan di situs web.
Dengan weblogs, publik bisa ikut serta dalam dunia jurnalisme. Dengan weblogs siapa pun bisa menjadi wartawan lewat media online , dan siapa pun bisa mempopulerkan diri sendiri dan membuat orang lain menjadi selebriti impian kita. Dengan weblog kita pun bisa membuat orang berkuasa menjadi “lengser ke prabon”.
Dengan weblogs, tali persaudaraan dan kemanusiaan dapat lebih ditingkatkan. Lihat saja, dengan terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami di Aceh dan di berbagai negara tetangga, naluri kemanusiaan muncul di berbagai weblogs di Internet.
Ya, dengan weblogs, bukan saja tulisan dan perasaan dapat di- publish , melainkan juga dalam berbagai format dokumen serta foto, gambar dan format lain dapat juga di- upload dan dibaca oleh siapapun.
Contoh lain adalah, Anda ingat apa yang menyulut dan membangkitkan rasa kesal publik Amerika dan sentimen media terhadap Presiden Bush dan kepemimpinannya? Ini adalah karena Russ Kick dalam weblogs-nya di www.thememoryhole.com (silahkan Anda cek!) memperlihatkan keadaan yang menyedihkan secara fisik dan emosi dari para prajurit Amerika yang telah kembali dari perang di Irak. Foto-foto yang menyedihkan itu serta merta diterbitkan oleh para reporter di halaman-halaman depan dari majalah dan surat kabar terkenal di seantero dunia. (kita lihat saja kapan kasus seperti ini bisa digunjingkan lewat weblogs di negeri kita sebagai upaya transparansi publik terhadap kinerja pemerintah)

BLOGONOMICS

Bahkan, weblogs sendiri telah menciptakan sebuah kata baru yaitu Blogonomics, yang artinya mendapatkan penghidupan lewat aktivitas blogging dengan jaringan blogger yang tergabung dengan suatu weblog yang sesuai dengan minat mereka. Dengan begitu, semakin memungkinkan para pengiklan memperoleh akses untuk mengomunikasikan news advertorial mereka.
Anda lihat sendiri bagaimana pengaruh weblogs yang luarbiasa dalam membangkitkan sentimen dan opini publik, bagaikan api yang menjalar dengan cepat?
Bagi suatu organisasi, weblogs memungkinkan kolaborasi berbasis web yang lebih instan dan sangat sangat user-friendly, s ebagai penyalur knowledge management dari organisasi Anda.